PROFIL DKPP

GAMBARAN UMUM KABUPATEN PEKALONGAN

Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu dari 35 Kabupaten / Kota yang ada di Propinsi Jawa Tengah, terletak disepanjang Pantai Utara Laut Jawa memanjang ke selatan berbatasan dengan wilayah ex-Karesidenan Banyumas. Batas wilayah Kabupaten Pekalongan adalah Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang disebelah timur, Kabupaten Pemalang disebelah barat, Laut Jawa dan Kota Pekalongan di sebelah utara dan Kabupaten Banjarnegara di sebelah selatan. Secara geografis, Kabupaten Pekalongan terletak antara 6° - 7°23' Lintang Selatan dan 109° - 109°78' dengan luas wilayah ± 836,13 Km² atau 83.613,068 Ha. Secara administrasi pemerintahan, Kabupaten Pekalongan terdiri dari 19 kecamatan dengan 285 desa/kelurahan. Dari 285 desa/kelurahan yang ada 11 desa merupakan desa pantai dan 274 desa bukan desa pantai. Menurut topografi desa terdapat 66 desa/kelurahan (23,16 persen) yang berada di dataran tinggi dan selebihnya 219 desa/kelurahan (76,84 persen) berada di dataran rendah.

Menurut penggunaannya tanah di Kabupaten Pekalongan dibagi menjadi tanah sawah dan tanah kering. Berdasarkan Daerah Dalam Angka Tahun 2015 luas tanah sawah sebesar 24.392,00 ha ( 29,17 % ) dan luas tanah kering sebesar 59.223,00 ha ( 70,83 %). Sebagian besar luas tanah sawah merupakan sawah beririgasi 20.601,00 ha (84,46 %) baik merupakan irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana, maupun irigasi desa /PU, sedangkan sisanya 3.791,00 ha (15,54 % ) merupakan tanah sawah tadah hujan.

Berdasarkan Daerah Dalam Angka, pada Tahun 2015 Kabupaten Pekalongan mengalami rata-rata curah hujan 2.591 mm, lebih rendah dibandingkan keadaan Tahun 2014 yang mengalami rata-rata curah hujan 2.832 mm. Untuk rata-rata hari hujan Tahun 2015 adalah 126 hari, lebih rendah bila dibandingkan rata-rata hari hujan Tahun 2014 sebesar 136 hari. Curah hujan yang tertinggi terjadi di Kecamatan Lebakbarang sebesar 4.838 mm, demikian juga rata-rata hari huaj terbanyak terjadi di Kecamatan Lebakbarang yaitu 157 hari.

Secara umum pada Tahun 2015 produksi padi di Kabupaten Pekalongan masih mampu untuk mencukupi kebutuhan pangan penduduknya, hal ini berdasarkan asumsi kebutuhan beras per kapita sebesar 83,95 kg per tahun. Sehingga kebutuhan beras untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Pekalongan mencapai 76.867 ton. Sementara produksi beras pada Tahun 2015 mencapai 222.271 ton. Dengan demikian di Kabupaten Pekalongan masih surplus sebesar 145.404 ton.

Tanaman perkebunan di Kabupaten Pekalongan terbagi atas tanaman perkebunan besar dan tanaman perkebunan rakyat. Tanaman perkebunan besar yang ada yaitu untuk komoditi teh dan karet sedangkan untuk tanaman perkebunan rakyat ada sekitar 17 komoditi dengan komoditi yang mempunyai luas lahan terbesar adalah kelapa disusul dengan tanaman teh. Khusus untuk tanaman teh disamping ada yang menjadi tanaman perkebunan besar namun ada juga yang masuk dalam kategori tanaman perkebunan rakyat.

Jenis ternak yang diusahakan di Kabupaten Pekalongan meliputi ternak besar (kuda, sapi dan kerbau), ternak kecil (kambing dan domba) dan unggas (ayam ras, ayam kampung dan itik). Berdasarkan Daerah Dalam Angka Tahun 2015 semua jumlah ternak mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan. Dilihat dari produksinya, produksi daging mengalami peningkatan dari 7.466.396 kg pada Tahun 2014 menjadi 8.015.412 kg pada Tahun 2015. Sementara produksi telor yang meningkat dari 5.041.023 menjadi 5.379.812 kg, produksi kulit menurun dari 16.679 lembar menjadi 15.161 lembar dan produksi susu meningkat dari 344.582 liter menjadi 356.594 liter.

Ditinjau dari jenis tanahnya Kabupaten Pekalongan dapat digambarkan dan terbagi sebagai berikut :

  • Latosol Coklat, meliputi Kecamatan Paninggaran, Kandangserang dan Doro.
  • Alluvial Kelabu Tua, meliputi Kecamatan Sragi dan Kedungwuni.
  • Komplek Grumusol Mediteran, Kecamatan Kandangserang,
  • Asosiasi Latosol Coklat, meliputi Kecamatan Paninggaran, Doro, Karanganyar, Kajen, Kesesi, Bojong, Wonopringgo dan Kedungwuni,
  • Asosiasi Alluvial Kelabu, meliputi Kecamatan Sragi, Kajen, Kesesi, Bojong, Buaran, Tirto dan Wiradesa,
  • Asosiasi Alluvial Coklat, meliputi Kecamatan Sragi, Bojong, Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran dan Tirto,
  • Alluvial Hidromorf, meliputi Kecamatan Sragi, Wiradesa dan Tirto,
  • Komplek Latosol merah kekuning-kuningan dan Latosol Coklat kemerahan meliputi Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang dan Petungkriyono,
  • Asosiasi Andosol Coklat, meliputi Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang dan Petungkriono.

Dari luas wilayah Kabupaten Pekalongan yaitu 83.615,00 Ha berdasarkan penggunaan lahannya sebagaimana dalam Daerah Dalam Angka tahun 2015, terinci menjadi :

  • Sawah                         :  392,00 Ha
  • Tegalan/Kebun            :  843,00 Ha
  • Ladang/huma             :   385,00 Ha
  • Perkebunan               :   379,00 Ha
  • Hutan rakyat              :   400,00 Ha
  • Tambak                     :    813,00 Ha
  • Kolam/tebat/empang                        :    64,00 Ha
  • Padang penggembalaan/rumput      :  152,00 Ha
  • Sementara tak diusahakan              :     96,00 Ha
  • Lainnya                                            :   630,00 Ha
  • Rumah bangunan dan halaman sekitarnya    :   12.077,00 Ha
  • Hutan negara         :   219,00 Ha
  • Rawa-rawa            :     20,00 Ha
  • Lain-lain                :   145,00 Ha

Sedang rincian penggunaan tanah sawah seluas 24.392,00 Ha, terdiri dari :

  • Irigasi                            :   14.067,00 Ha
  • Irgasi ½ teknis              :        597,00 Ha
  • Iriasi sederhana           :        514,00 Ha
  • Irigasi desa/non PU     :        423,00 Ha
  • Tadah Hujan                :     3.791,00 Ha

 

Data perkembangan luas panen, produksi padi, palawija, sayuran dan buah buahan tahun 2012 – 2015 sebagaimana tabel berikut :

 Tabel 1.  Data realisasi luas panen padi, palawija di Kabupaten Pekalongan tahun 2012– 2015 (Ha)

No Komoditi 2012 2013 2014 2015
1. Padi 43.528 43.833 42.604 42.442
2. Jagung 2.195 3.060 1.936 1.569
3. Ketela Pohon 763 681 504 364
4. Ketela Rambat 181 141 119 83
5. Kacang Tanah 306 329 385 273
6. Kedele 34 35 33 64
7. Kacang Hijau 293 638 428 263

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2015

 

Tabel 2. Data realisasi Produksi Padi, Palawija 2012 – 2015 (Ton)

No. Komoditi 2012 2013 2014 2015
1. Padi 204.408 190.868 235.498 222.271
2. Jagung 11.617 13.536 8.590 6.879
3. Ketela Pohon 12.739 11.297 8.383 6.003
4. Ketela Rambat 1.882 1.492 1.243 906
5. KacangTanah 367 392 475 353
6. Kedelai 39 40 38 70
7. Kacang Hijau 267 560 389 189

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2015

 

Tabel 3.  Produksi dan Kebutuhan Beras Penduduk di Kabupaten Pekalongan Tahun 2015

No Uraian 2012 2013 2014 2015
1 Produksi beras (ton) 204.408 140.779 147.730 222.271
2 Penduduk

pertengahan (jiwa)

858.074 861.082 867.573 873.972
3 Kebutuhan beras (ton) 72.035 72.271 72.816 76.867
4 Selisih (ton) 132.373 68.508 74.914 145.404

 

Tabel 4.  Data realisasi luas panen Hortikultura (Sayur sayuran dan buah buahan) di Kabupaten Pekalongan tahun 2012-2015

No Komoditi 2012 2013 2014 2015
1. Sayuran (Ha) 1.013 1.383 941 853
2 Buah-buahan (pohon) 1.711.181 1.693.604 1.452.435 1.586.976

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2015

 

Tabel 5.  Data realisasi produksi Hortikultura (Sayur sayuran dan buah buahan) di Kabupaten Pekalongan tahun 2012-2015 (kw)

No. Komoditi 2012 2013 2014 2015
1. Sayuran 131.881 268.049 125.336 174.390
2. Buah-buahan 514.972 543.436 572.711 664.536

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2015

 

Tabel 6. Luas Tanaman Perkebunan di Kabupaten Pekalongan Tahun 2012 – 2015

No Komoditas Luas areal (Ha)
2012 2013 2014 2015
1 Kelapa 3.966,14 3.998,28 4.032,64 4.024,64
2 Kopi 734,25 735,97 735,95 735,95
3 Teh 665,09 671,57 674,02 668,75
4 Cengkeh 1.826,30 1.849,80 1.998,30 2.050,80
5 Kapok 122,85 115,85 115,85 101,85
6 Jambu mete 63,65 62,15 62,15 62,15
7 Panili 37,63 37,63 37,63 32,63
8 Kakao 62,50 63,86 65,11 62,50
9 Lada 31,01 31,01 31,01 31,01
10 Aren 300,09 300,09 300,09 289,09
11 Nilam 233,75 235,65 193,70 165,00
12 Tebu 2.550,00 2.550,65 2.557,65 2.340,37
13 Karet 2.402,31 2.403,31 2.403,81 2.408,81
14 Glagah arjuno 75,00 100,00 100,00 80,00
15 Akar wangi 5,50 15,50 15,50 15,50

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2012 - 2015

Tabel 7. Produksi Perkebunan di Kabupaten Pekalongan Tahun 2012 – 2015

No Komoditas Sat. Produksi (Ton)
2012 2013 2014 2015
1 Kelapa Butir 13.722.845 14.937.500 15.295.800 16.365.150,00
2 Kopi Ton 212,95 223,60 392,23 409,43
3 Teh Ton 1.671,00 1.718,00 1.758,00 1.077,09
4 Cengkeh Ton 109,58 150,40 160,22 173,11
5 Kapok Ton 33,72 44,74 34,40 34,86
6 Jambu mete Ton 19,58 21,09 21,87 22,54
7 Panili Ton 2,24 3,01 3,07 3,16
8 Kakao Ton 1,71 2,10 2,20 2,64
9 Lada Ton 5,32 5,43 5,43 4,65
10 Aren Ton 102,68 105,33 112,20 118,52
11 Nilam Ton 469,84 476,09 391,47 334,95
12 Tebu Ton 9.431,10 9.732,76 10.455,67 1,50
13 Karet Ton 2.392,01 2.392,01 2.392,01 7.912,79
14 Glagah arjuno Ton 22,80 36,07 37,15 25,20
15 Akar wangi Ton 3,10 3,16 3,12 3,12

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2012 - 2015

 

Tabel 8. Populasi Ternak di Kabupaten Pekalongan Tahun 2012 – 2015

No Jenis Ternak Jumlah populasi (ekor)
2012 2013 2014 2015
1 Kuda 432 432 386 115
2 Sapi perah 122 346 165 166
3 Sapi 22.882 18.585 21.896 22.358
4 Kerbau 3.712 2.973 3.085 2.876
5 Kambing 59.607 59.852 60.475 50.389
6 Domba 47.393 47.564 47.736 31.060
7 Ayam ras 357.928 360.685 5.090.300 5.285.351
8 Ayam kampung 1.235.883 765.771 1.258.876 982.729
9 Itik 168.970 170.690 186.921 189.045

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2015

 

Tabel 9. Produksi Hasil Ternak di Kabupaten Pekalongan Tahun 2012 – 2015

No Produksi Hasil Ternak Tahun
2012 2013 2014 2015
1 Daging (kg) 5.094.304 6.127.282 7.466.396 8.015.412
2 Telor (kg) 1.891.302 3.128.405 5.041.023 5.379.812
3 Kulit (lembar) 38.360 16.449 16.679 15.161
4 Susu (liter) 289.530 179.915 344.582 356.594

Sumber : Daerah Dalam Angka Tahun 2015

 

GAMBARAN UMUM DINAS

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang membidangi urusan pangan dan pertanian yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Pekalongan melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintahan Daerah di bidang ketahanan pangan, pertanian, perkebunan dan peternakan berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mempunyai fungsi :

  1. Perumusan kebijakan di bidang ketahanan pangan dan pertanian;
  2. Pelaksanaan kebijakan di bidang ketahanan pangan dan pertanian;
  3. Koordinasi penyediaan infrastruktur dan pendukung di bidang ketersediaan pangan, kerawanan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan;
  4. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ketersediaan pangan, kerawanan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan;
  5. Penyusunan programa penyuluhan pertanian;
  6. Penataan prasarana pertanian;
  7. Pengawasan mutu dan peredaran benih tanaman, benih/bibit ternak dan hijauan pakan ternak;
Close
Close