Kamis, 17 April 2025
Kamis, 17 April 2025
Kamis, 17 April 2025
Rabu, 12 Februari 2025
Rabu, 12 Februari 2025
Rabu, 12 Februari 2025
Rabu, 12 Februari 2025
[Gambar]
Pada tanggal 6 Januari 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi tentang bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Polres Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kepolisian terutama Babinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian yang bersinggungan langsung dengan peternak, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan PMK pada ternak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam pencegahan dan pengendalian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan.
Pemateri dalam acara tersebut adalah Drh. Mu'tasim Billah, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK, dampak penyakit tersebut terhadap produktivitas ternak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti vaksinasi dan penerapan biosekuriti di peternakan. Beliau didampingi oleh Slamet Riyadi, S.T selaku analis kebijakan yang juga turut serta dalam memberikan informasi terkait lalu lintas ternak dan data kejadian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan mengajak semua pihak untuk siap siaga PMK dalam menghadapi potensi wabah yang dapat merugikan peternak. Drh Mu'tasim juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk turut memberikan wawasan kepada peternak tentang pentingnya pengawasan kesehatan hewan dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan kasus PMK di lingkungan mereka. Dengan semangat siap siaga PMK, semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah penyebaran penyakit ini di lingkungan Kabupaten Pekalongan. (AU)
[Gambar]
Rabu, 8 Januari 2025
View this post on Instagram
Pasar Mitra Tani, yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai wadah untuk mempertemukan pedagang, produsen, dan petani lokal dengan konsumen secara langsung. Berlokasi strategis di halaman utara Kantor DKPP Kabupaten Pekalongan, Jalan Sindoro No. 8, Kajen, pasar ini telah menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung ekonomi lokal sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018.
Pasar Mitra Tani dibuka untuk umum setiap Jumat pertama dan ketiga setiap bulannya. Dengan suasana yang hangat dan ramah, pasar ini mengundang masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung produk lokal. Walaupun sempat terhenti selama setahun akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020, pasar ini berhasil bangkit dan terus beroperasi hingga sekarang, menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi jumlah pengunjung maupun kondisi ekonomi.
Pasar Mitra Tani menawarkan berbagai macam produk yang menggugah selera dan berkualitas tinggi, termasuk:
Makanan olahan: sarapan pagi, aneka jajan kering, dan jajan pasar tradisional.
Bahan pangan segar: buah, sayuran, dan ikan segar.
Makanan kekinian dan beku (frozen food): aneka bubur campur, jajanan modern, dan makanan beku.
Produk kebutuhan dapur: beras, telur, minyak, dan bumbu dapur.
Minuman sehat: jamu tradisional dan kopi asli Pekalongan.
Dengan keragaman produk ini, Pasar Mitra Tani tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur masyarakat tetapi juga menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan.
Pasar ini memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak. Petani dan produsen lokal mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk mereka secara langsung tanpa perantara, sehingga meningkatkan pendapatan dan mendekatkan mereka dengan konsumen. Di sisi lain, masyarakat dapat membeli bahan pangan segar dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memastikan kualitas produk yang mereka beli.
Dengan keberadaan Pasar Mitra Tani, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat terus menjadi katalisator penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM. Pasar ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan ruang serupa yang mendukung keberlanjutan pangan dan ekonomi masyarakat.
Pasar Mitra Tani bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga simbol semangat kebersamaan antara petani, produsen, dan konsumen dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Senin, 16 Desember 2024