Berita terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Pekalongan
Kajen — Dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan dan nilai ekonomi produk lokal, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang berfokus pada pengolahan bahan pangan lokal ini dilaksanakan di Balai Desa Tengengkulon, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Pekalongan, Nusa Indah, S.TP. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya diversifikasi pangan sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Tengengkulon. Kepala Desa Tengengkulon, Bapak Rasijo, memberikan sambutan hangat dan mengapresiasi inisiatif DKPP dalam memberdayakan masyarakat desa melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan. Turut hadir memberikan arahan, Ketua Bidang Pokja 3 TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Eko Watiningsih Eko Harjanto, yang mendorong peran aktif perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga melalui produk olahan pangan lokal.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan TP PKK Kecamatan Siwalan serta pengurus dan anggota TP PKK Desa Tengengkulon. Fokus utama pelatihan adalah mengenalkan berbagai jenis pangan lokal seperti singkong, pisang, dan tepung mocaf, serta mendemonstrasikan teknik pengolahan agar produk tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.
Hadir sebagai narasumber ahli dari IKABOGA Pekalongan, yaitu Ibu Sutiyah, Ibu Shofiatun, dan Ibu Ratna Dewi Damayanti. Para narasumber memandu peserta secara praktik dalam mengolah bahan baku lokal menjadi aneka produk olahan yang inovatif dan bernilai ekonomis.
Sebagai bentuk dukungan nyata untuk keberlanjutan program, DKPP Kabupaten Pekalongan memberikan stimulan berupa peralatan produksi kepada TP PKK Desa Tengengkulon. Bantuan tersebut meliputi satu unit oven, dua buah dandang susun, satu unit mixer, dua buah loyang, serta dua set cetakan eggroll. Diharapkan bantuan alat ini dapat memicu semangat warga untuk mulai memproduksi olahan pangan lokal secara mandiri dan konsisten.
Di akhir kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mempresentasikan hasil praktik olahan pangan lokal yang telah mereka buat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Tengengkulon mampu menciptakan peluang usaha baru berbasis pangan lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. (AU)
Selasa, 19 Mei 2026
KABUPATEN PEKALONGAN, 13-16 Maret 2026
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di dua kecamatan secara berturut-turut: Kecamatan Wiradesa pada Jumat, 13 Maret 2026, dan Kecamatan Paninggaran pada Senin, 16 Maret 2026.
Gerakan Pangan Murah merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memberikan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Kegiatan ini menjadi agenda rutin DKPP Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, serta aneka produk olahan pangan lokal. Kegiatan ini melibatkan kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (BULOG), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat.
Antusiasme masyarakat di kedua kecamatan terlihat dari ramainya warga yang hadir memanfaatkan kesempatan ini. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara bergilir di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Pekalongan guna memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Dengan terselenggaranya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus mendorong penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal. (AU)
Senin, 16 Maret 2026
Pada tanggal 6 Januari 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi tentang bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Polres Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kepolisian terutama Babinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian yang bersinggungan langsung dengan peternak, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan PMK pada ternak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam pencegahan dan pengendalian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan.
Pemateri dalam acara tersebut adalah Drh. Mu'tasim Billah, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK, dampak penyakit tersebut terhadap produktivitas ternak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti vaksinasi dan penerapan biosekuriti di peternakan. Beliau didampingi oleh Slamet Riyadi, S.T selaku analis kebijakan yang juga turut serta dalam memberikan informasi terkait lalu lintas ternak dan data kejadian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan mengajak semua pihak untuk siap siaga PMK dalam menghadapi potensi wabah yang dapat merugikan peternak. Drh Mu'tasim juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk turut memberikan wawasan kepada peternak tentang pentingnya pengawasan kesehatan hewan dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan kasus PMK di lingkungan mereka. Dengan semangat siap siaga PMK, semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah penyebaran penyakit ini di lingkungan Kabupaten Pekalongan. (AU)
Rabu, 8 Januari 2025
View this post on Instagram
Pasar Mitra Tani, yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai wadah untuk mempertemukan pedagang, produsen, dan petani lokal dengan konsumen secara langsung. Berlokasi strategis di halaman utara Kantor DKPP Kabupaten Pekalongan, Jalan Sindoro No. 8, Kajen, pasar ini telah menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung ekonomi lokal sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018.
Pasar Mitra Tani dibuka untuk umum setiap Jumat pertama dan ketiga setiap bulannya. Dengan suasana yang hangat dan ramah, pasar ini mengundang masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung produk lokal. Walaupun sempat terhenti selama setahun akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020, pasar ini berhasil bangkit dan terus beroperasi hingga sekarang, menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi jumlah pengunjung maupun kondisi ekonomi.
Pasar Mitra Tani menawarkan berbagai macam produk yang menggugah selera dan berkualitas tinggi, termasuk:
Makanan olahan: sarapan pagi, aneka jajan kering, dan jajan pasar tradisional.
Bahan pangan segar: buah, sayuran, dan ikan segar.
Makanan kekinian dan beku (frozen food): aneka bubur campur, jajanan modern, dan makanan beku.
Produk kebutuhan dapur: beras, telur, minyak, dan bumbu dapur.
Minuman sehat: jamu tradisional dan kopi asli Pekalongan.
Dengan keragaman produk ini, Pasar Mitra Tani tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur masyarakat tetapi juga menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan.
Pasar ini memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak. Petani dan produsen lokal mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk mereka secara langsung tanpa perantara, sehingga meningkatkan pendapatan dan mendekatkan mereka dengan konsumen. Di sisi lain, masyarakat dapat membeli bahan pangan segar dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memastikan kualitas produk yang mereka beli.
Dengan keberadaan Pasar Mitra Tani, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat terus menjadi katalisator penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM. Pasar ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan ruang serupa yang mendukung keberlanjutan pangan dan ekonomi masyarakat.
Pasar Mitra Tani bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga simbol semangat kebersamaan antara petani, produsen, dan konsumen dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam upaya mendukung program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024, di Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Pekalongan.
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus dan anggota TP PKK desa, kelompok tani (Poktan), serta perangkat desa. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menyediakan sumber gizi yang mudah diakses melalui pemanfaatan lahan desa dan pekarangan rumah.
“Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui hasil pertanian skala kecil,” ungkap salah satu penyelenggara kegiatan.
Sebagai bagian dari pelatihan, DKPP Kabupaten Pekalongan, melalui Bidang Ketahanan Pangan, memberikan stimulan berupa bibit benih aneka sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, dan tomat. Selain itu, peserta juga menerima berbagai sarana pendukung, termasuk:
Pupuk organik
Kompos
Arang sekam
Polibag
Seluruh stimulan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing. Pendekatan ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan gizi keluarga tetapi juga memberikan peluang untuk menjual hasil panen, sehingga menambah pendapatan rumah tangga.
Pelatihan ini dilaksanakan di desa lokus stunting sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan angka stunting. Pemanfaatan lahan yang optimal tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan pangan lokal tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil yang rentan terhadap masalah kekurangan gizi.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan. Dengan memanfaatkan lahan desa dan pekarangan rumah, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, sehat, dan sejahtera. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokal mereka.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Pangan Nasional (BAPANAS), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar acara Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 23 Juli 2024. Acara ini berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Wonokerto dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat sekitar.
GPM ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi adalah BULOG, yang menyediakan paket sembako berisi:
Beras SPHP 5 kg
Gula pasir 1 kg
Minyak goreng 1 liter
Paket sembako ini dijual dengan harga Rp 90.000, memberikan solusi ekonomis bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, produk lokal dari Gapoktan Budidaya turut tersedia, seperti:
Telur ayam seharga Rp 25.000 per kg
Beras lokal seharga Rp 55.000 per kg
Perkumpulan pedagang PASAR MITRA TANI Kabupaten Pekalongan juga turut meramaikan acara ini dengan menyediakan beragam produk, termasuk:
Beras
Telur
Minyak goreng
Bawang merah dan bawang putih
Aneka makanan olahan
Minuman sehat
Acara ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik minat masyarakat dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Wonokerto. Selain mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah, pengunjung juga menikmati suasana belanja yang nyaman sambil bersosialisasi dengan sesama warga.
Menurut penyelenggara, tujuan dari GPM adalah untuk mendukung stabilitas harga pangan serta membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen BAPANAS dan DKPP Kabupaten Pekalongan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan HUT Ke-3 BAPANAS tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan para pelaku usaha lokal. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan untuk menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Wonokerto menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pangan. Semoga semangat ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Senin, 16 Desember 2024
Berita terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kabupaten Pekalongan
Kajen — Dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan dan nilai ekonomi produk lokal, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang berfokus pada pengolahan bahan pangan lokal ini dilaksanakan di Balai Desa Tengengkulon, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Pekalongan, Nusa Indah, S.TP. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya diversifikasi pangan sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Tengengkulon. Kepala Desa Tengengkulon, Bapak Rasijo, memberikan sambutan hangat dan mengapresiasi inisiatif DKPP dalam memberdayakan masyarakat desa melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan. Turut hadir memberikan arahan, Ketua Bidang Pokja 3 TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Eko Watiningsih Eko Harjanto, yang mendorong peran aktif perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga melalui produk olahan pangan lokal.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan TP PKK Kecamatan Siwalan serta pengurus dan anggota TP PKK Desa Tengengkulon. Fokus utama pelatihan adalah mengenalkan berbagai jenis pangan lokal seperti singkong, pisang, dan tepung mocaf, serta mendemonstrasikan teknik pengolahan agar produk tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.
Hadir sebagai narasumber ahli dari IKABOGA Pekalongan, yaitu Ibu Sutiyah, Ibu Shofiatun, dan Ibu Ratna Dewi Damayanti. Para narasumber memandu peserta secara praktik dalam mengolah bahan baku lokal menjadi aneka produk olahan yang inovatif dan bernilai ekonomis.
Sebagai bentuk dukungan nyata untuk keberlanjutan program, DKPP Kabupaten Pekalongan memberikan stimulan berupa peralatan produksi kepada TP PKK Desa Tengengkulon. Bantuan tersebut meliputi satu unit oven, dua buah dandang susun, satu unit mixer, dua buah loyang, serta dua set cetakan eggroll. Diharapkan bantuan alat ini dapat memicu semangat warga untuk mulai memproduksi olahan pangan lokal secara mandiri dan konsisten.
Di akhir kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mempresentasikan hasil praktik olahan pangan lokal yang telah mereka buat. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Tengengkulon mampu menciptakan peluang usaha baru berbasis pangan lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. (AU)
Selasa, 19 Mei 2026
KABUPATEN PEKALONGAN, 13-16 Maret 2026
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di dua kecamatan secara berturut-turut: Kecamatan Wiradesa pada Jumat, 13 Maret 2026, dan Kecamatan Paninggaran pada Senin, 16 Maret 2026.
Gerakan Pangan Murah merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memberikan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Kegiatan ini menjadi agenda rutin DKPP Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam pelaksanaan GPM kali ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, serta aneka produk olahan pangan lokal. Kegiatan ini melibatkan kerja sama dengan Badan Urusan Logistik (BULOG), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat.
Antusiasme masyarakat di kedua kecamatan terlihat dari ramainya warga yang hadir memanfaatkan kesempatan ini. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara bergilir di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Pekalongan guna memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Dengan terselenggaranya Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus mendorong penguatan ketahanan pangan di tingkat lokal. (AU)
Senin, 16 Maret 2026
Pada tanggal 6 Januari 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi tentang bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Polres Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kepolisian terutama Babinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian yang bersinggungan langsung dengan peternak, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan PMK pada ternak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam pencegahan dan pengendalian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan.
Pemateri dalam acara tersebut adalah Drh. Mu'tasim Billah, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK, dampak penyakit tersebut terhadap produktivitas ternak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti vaksinasi dan penerapan biosekuriti di peternakan. Beliau didampingi oleh Slamet Riyadi, S.T selaku analis kebijakan yang juga turut serta dalam memberikan informasi terkait lalu lintas ternak dan data kejadian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan mengajak semua pihak untuk siap siaga PMK dalam menghadapi potensi wabah yang dapat merugikan peternak. Drh Mu'tasim juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk turut memberikan wawasan kepada peternak tentang pentingnya pengawasan kesehatan hewan dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan kasus PMK di lingkungan mereka. Dengan semangat siap siaga PMK, semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah penyebaran penyakit ini di lingkungan Kabupaten Pekalongan. (AU)
Rabu, 8 Januari 2025
View this post on Instagram
Pasar Mitra Tani, yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai wadah untuk mempertemukan pedagang, produsen, dan petani lokal dengan konsumen secara langsung. Berlokasi strategis di halaman utara Kantor DKPP Kabupaten Pekalongan, Jalan Sindoro No. 8, Kajen, pasar ini telah menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung ekonomi lokal sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018.
Pasar Mitra Tani dibuka untuk umum setiap Jumat pertama dan ketiga setiap bulannya. Dengan suasana yang hangat dan ramah, pasar ini mengundang masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung produk lokal. Walaupun sempat terhenti selama setahun akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020, pasar ini berhasil bangkit dan terus beroperasi hingga sekarang, menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi jumlah pengunjung maupun kondisi ekonomi.
Pasar Mitra Tani menawarkan berbagai macam produk yang menggugah selera dan berkualitas tinggi, termasuk:
Makanan olahan: sarapan pagi, aneka jajan kering, dan jajan pasar tradisional.
Bahan pangan segar: buah, sayuran, dan ikan segar.
Makanan kekinian dan beku (frozen food): aneka bubur campur, jajanan modern, dan makanan beku.
Produk kebutuhan dapur: beras, telur, minyak, dan bumbu dapur.
Minuman sehat: jamu tradisional dan kopi asli Pekalongan.
Dengan keragaman produk ini, Pasar Mitra Tani tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur masyarakat tetapi juga menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan.
Pasar ini memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak. Petani dan produsen lokal mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk mereka secara langsung tanpa perantara, sehingga meningkatkan pendapatan dan mendekatkan mereka dengan konsumen. Di sisi lain, masyarakat dapat membeli bahan pangan segar dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memastikan kualitas produk yang mereka beli.
Dengan keberadaan Pasar Mitra Tani, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat terus menjadi katalisator penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM. Pasar ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan ruang serupa yang mendukung keberlanjutan pangan dan ekonomi masyarakat.
Pasar Mitra Tani bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga simbol semangat kebersamaan antara petani, produsen, dan konsumen dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam upaya mendukung program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024, di Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Pekalongan.
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus dan anggota TP PKK desa, kelompok tani (Poktan), serta perangkat desa. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menyediakan sumber gizi yang mudah diakses melalui pemanfaatan lahan desa dan pekarangan rumah.
“Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui hasil pertanian skala kecil,” ungkap salah satu penyelenggara kegiatan.
Sebagai bagian dari pelatihan, DKPP Kabupaten Pekalongan, melalui Bidang Ketahanan Pangan, memberikan stimulan berupa bibit benih aneka sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, dan tomat. Selain itu, peserta juga menerima berbagai sarana pendukung, termasuk:
Pupuk organik
Kompos
Arang sekam
Polibag
Seluruh stimulan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing. Pendekatan ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan gizi keluarga tetapi juga memberikan peluang untuk menjual hasil panen, sehingga menambah pendapatan rumah tangga.
Pelatihan ini dilaksanakan di desa lokus stunting sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan angka stunting. Pemanfaatan lahan yang optimal tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan pangan lokal tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil yang rentan terhadap masalah kekurangan gizi.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan. Dengan memanfaatkan lahan desa dan pekarangan rumah, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, sehat, dan sejahtera. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokal mereka.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Pangan Nasional (BAPANAS), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar acara Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 23 Juli 2024. Acara ini berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Wonokerto dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat sekitar.
GPM ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi adalah BULOG, yang menyediakan paket sembako berisi:
Beras SPHP 5 kg
Gula pasir 1 kg
Minyak goreng 1 liter
Paket sembako ini dijual dengan harga Rp 90.000, memberikan solusi ekonomis bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, produk lokal dari Gapoktan Budidaya turut tersedia, seperti:
Telur ayam seharga Rp 25.000 per kg
Beras lokal seharga Rp 55.000 per kg
Perkumpulan pedagang PASAR MITRA TANI Kabupaten Pekalongan juga turut meramaikan acara ini dengan menyediakan beragam produk, termasuk:
Beras
Telur
Minyak goreng
Bawang merah dan bawang putih
Aneka makanan olahan
Minuman sehat
Acara ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik minat masyarakat dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Wonokerto. Selain mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah, pengunjung juga menikmati suasana belanja yang nyaman sambil bersosialisasi dengan sesama warga.
Menurut penyelenggara, tujuan dari GPM adalah untuk mendukung stabilitas harga pangan serta membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen BAPANAS dan DKPP Kabupaten Pekalongan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan HUT Ke-3 BAPANAS tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan para pelaku usaha lokal. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan untuk menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Wonokerto menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pangan. Semoga semangat ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Senin, 16 Desember 2024