Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Pada tanggal 6 Januari 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi tentang bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Polres Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kepolisian terutama Babinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian yang bersinggungan langsung dengan peternak, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan PMK pada ternak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam pencegahan dan pengendalian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan.
Pemateri dalam acara tersebut adalah Drh. Mu'tasim Billah, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK, dampak penyakit tersebut terhadap produktivitas ternak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti vaksinasi dan penerapan biosekuriti di peternakan. Beliau didampingi oleh Slamet Riyadi, S.T selaku analis kebijakan yang juga turut serta dalam memberikan informasi terkait lalu lintas ternak dan data kejadian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan mengajak semua pihak untuk siap siaga PMK dalam menghadapi potensi wabah yang dapat merugikan peternak. Drh Mu'tasim juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk turut memberikan wawasan kepada peternak tentang pentingnya pengawasan kesehatan hewan dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan kasus PMK di lingkungan mereka. Dengan semangat siap siaga PMK, semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah penyebaran penyakit ini di lingkungan Kabupaten Pekalongan. (AU)
[Gambar]
Rabu, 8 Januari 2025
View this post on Instagram
Pasar Mitra Tani, yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai wadah untuk mempertemukan pedagang, produsen, dan petani lokal dengan konsumen secara langsung. Berlokasi strategis di halaman utara Kantor DKPP Kabupaten Pekalongan, Jalan Sindoro No. 8, Kajen, pasar ini telah menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung ekonomi lokal sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018.
Pasar Mitra Tani dibuka untuk umum setiap Jumat pertama dan ketiga setiap bulannya. Dengan suasana yang hangat dan ramah, pasar ini mengundang masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung produk lokal. Walaupun sempat terhenti selama setahun akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020, pasar ini berhasil bangkit dan terus beroperasi hingga sekarang, menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi jumlah pengunjung maupun kondisi ekonomi.
Pasar Mitra Tani menawarkan berbagai macam produk yang menggugah selera dan berkualitas tinggi, termasuk:
Makanan olahan: sarapan pagi, aneka jajan kering, dan jajan pasar tradisional.
Bahan pangan segar: buah, sayuran, dan ikan segar.
Makanan kekinian dan beku (frozen food): aneka bubur campur, jajanan modern, dan makanan beku.
Produk kebutuhan dapur: beras, telur, minyak, dan bumbu dapur.
Minuman sehat: jamu tradisional dan kopi asli Pekalongan.
Dengan keragaman produk ini, Pasar Mitra Tani tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur masyarakat tetapi juga menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan.
Pasar ini memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak. Petani dan produsen lokal mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk mereka secara langsung tanpa perantara, sehingga meningkatkan pendapatan dan mendekatkan mereka dengan konsumen. Di sisi lain, masyarakat dapat membeli bahan pangan segar dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memastikan kualitas produk yang mereka beli.
Dengan keberadaan Pasar Mitra Tani, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat terus menjadi katalisator penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM. Pasar ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan ruang serupa yang mendukung keberlanjutan pangan dan ekonomi masyarakat.
Pasar Mitra Tani bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga simbol semangat kebersamaan antara petani, produsen, dan konsumen dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam upaya mendukung program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024, di Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Pekalongan.
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus dan anggota TP PKK desa, kelompok tani (Poktan), serta perangkat desa. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menyediakan sumber gizi yang mudah diakses melalui pemanfaatan lahan desa dan pekarangan rumah.
“Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui hasil pertanian skala kecil,” ungkap salah satu penyelenggara kegiatan.
Sebagai bagian dari pelatihan, DKPP Kabupaten Pekalongan, melalui Bidang Ketahanan Pangan, memberikan stimulan berupa bibit benih aneka sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, dan tomat. Selain itu, peserta juga menerima berbagai sarana pendukung, termasuk:
Pupuk organik
Kompos
Arang sekam
Polibag
Seluruh stimulan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing. Pendekatan ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan gizi keluarga tetapi juga memberikan peluang untuk menjual hasil panen, sehingga menambah pendapatan rumah tangga.
Pelatihan ini dilaksanakan di desa lokus stunting sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan angka stunting. Pemanfaatan lahan yang optimal tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan pangan lokal tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil yang rentan terhadap masalah kekurangan gizi.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan. Dengan memanfaatkan lahan desa dan pekarangan rumah, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, sehat, dan sejahtera. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokal mereka.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Pangan Nasional (BAPANAS), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar acara Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 23 Juli 2024. Acara ini berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Wonokerto dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat sekitar.
GPM ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi adalah BULOG, yang menyediakan paket sembako berisi:
Beras SPHP 5 kg
Gula pasir 1 kg
Minyak goreng 1 liter
Paket sembako ini dijual dengan harga Rp 90.000, memberikan solusi ekonomis bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, produk lokal dari Gapoktan Budidaya turut tersedia, seperti:
Telur ayam seharga Rp 25.000 per kg
Beras lokal seharga Rp 55.000 per kg
Perkumpulan pedagang PASAR MITRA TANI Kabupaten Pekalongan juga turut meramaikan acara ini dengan menyediakan beragam produk, termasuk:
Beras
Telur
Minyak goreng
Bawang merah dan bawang putih
Aneka makanan olahan
Minuman sehat
Acara ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik minat masyarakat dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Wonokerto. Selain mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah, pengunjung juga menikmati suasana belanja yang nyaman sambil bersosialisasi dengan sesama warga.
Menurut penyelenggara, tujuan dari GPM adalah untuk mendukung stabilitas harga pangan serta membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen BAPANAS dan DKPP Kabupaten Pekalongan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan HUT Ke-3 BAPANAS tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan para pelaku usaha lokal. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan untuk menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Wonokerto menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pangan. Semoga semangat ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Pada Senin, 22 Juli 2024, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Desa Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pentingnya pola makan sehat dan bergizi kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah dasar dan ibu-ibu kader TP PKK.
Acara ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain pemberian makan kepada 200 siswa SDN 1 Desa Sidomulyo, pengadaan warung B2SA, serta penyediaan peralatan dapur untuk mendukung penyajian makanan B2SA bagi anak-anak SD dan Posyandu. Dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Dengan adanya kegiatan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, sangat diperlukan upaya untuk pengenalan makan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan,” ujar Agus Waluyo, Kepala Desa Sidomulyo. Pernyataan ini menegaskan komitmen desa untuk mendukung gerakan nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh 65 anggota TP PKK Desa Sidomulyo, yang berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Dua narasumber, Putri Dri Hapsari dan Kaeri, dihadirkan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya penerapan pola makan B2SA di rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup manfaat gizi seimbang, cara memasak yang sehat, hingga tips memilih bahan makanan yang aman.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Sidomulyo. “Dengan adanya kegiatan Desa B2SA ini, desa merasa sangat terbantu. Secara tidak langsung, kegiatan ini menambah referensi pangan bagi anak-anak SDN 01 dan ibu-ibu TP PKK. Mereka mampu mengimplementasikan pemahaman pangan B2SA di rumah tangga masing-masing, dengan harapan dapat mengurangi jumlah anak kurang gizi, gizi buruk, dan stunting di Desa Sidomulyo,” jelasnya.
Dengan pemberian makan langsung kepada anak-anak SD dan edukasi kepada ibu-ibu PKK, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini. Pengadaan warung B2SA dan peralatan dapur menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.
Program Desa B2SA di Sidomulyo diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Pekalongan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti pemerintah desa, TP PKK, dan institusi pendidikan, kegiatan ini mampu memberikan solusi nyata dalam mengatasi masalah gizi di tingkat akar rumput.
Kesadaran akan pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman bukan hanya menjadi tanggung jawab individu tetapi juga komunitas. Oleh karena itu, keberlanjutan program seperti ini sangat penting untuk mendukung generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
World Food Safety Day (WFSD) atau Hari Keamanan Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 7 Juni. Tahun 2024, momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjamin bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan sehat. Dalam rangka memperingati WFSD, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaksanakan kegiatan pengawasan keamanan pangan secara serentak mulai tanggal 7 hingga 14 Juni 2024. Kegiatan ini melibatkan Dinas yang menangani urusan pangan di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pengambilan sampel serta pengujian residu pestisida dan formalin pada berbagai produk pangan segar.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, melalui Bidang Ketahanan Pangan, turut berperan aktif dalam kegiatan ini. Bersama Tim OKKPD (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) Kabupaten Pekalongan, mereka melaksanakan pengawasan pangan segar pada Kamis, 13 Juni 2024. Pengawasan dilakukan di enam pasar tradisional, yaitu Pasar Kajen, Pasar Wiradesa, Pasar Bojong, Pasar Kesesi, Pasar Wonopringgo, dan Pasar Kesesi.
Sebanyak 60 sampel produk pangan segar diuji dalam kegiatan tersebut. Sampel yang diambil meliputi:
Sayuran:
Cabe merah keriting (5 sampel)
Cabe merah besar (1 sampel)
Bawang merah (6 sampel)
Bawang putih (6 sampel)
Cabe rawit merah (3 sampel)
Cabe rawit hijau (3 sampel)
Sawi hijau (4 sampel)
Sawi putih (2 sampel)
Wortel (6 sampel)
Bawang bombay (6 sampel)
Kol (6 sampel)
Produk hewani:
Ayam (6 sampel)
Ikan kembung (6 sampel)
Pengujian dilakukan menggunakan uji pestisida untuk produk sayuran, sementara produk hewani seperti ayam dan ikan kembung diuji dengan rapid test formalin.
Keamanan pangan adalah elemen krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pangan yang terkontaminasi oleh residu pestisida atau formalin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan hingga gangguan kronis seperti kanker. Oleh karena itu, pengawasan seperti ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari risiko tersebut.
Pasar tradisional menjadi salah satu fokus utama pengawasan karena merupakan tempat utama masyarakat mendapatkan bahan pangan sehari-hari. Pengambilan dan pengujian sampel yang dilakukan di pasar-pasar ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa produk pangan yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Kegiatan pengawasan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya menciptakan sistem pangan yang aman dan berkelanjutan dapat lebih mudah tercapai. Selain itu, edukasi kepada pedagang dan konsumen juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran tentang keamanan pangan.
Peringatan World Food Safety Day 2024 adalah momen yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan pangan. Melalui kegiatan seperti pengawasan dan pengujian residu pestisida serta formalin, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan yakin terhadap kualitas pangan yang mereka konsumsi. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan menjadi contoh nyata dari upaya bersama untuk menciptakan sistem pangan yang lebih sehat dan aman bagi semua.
Senin, 16 Desember 2024
Berita terbaru dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan.
[Gambar]
Pada tanggal 6 Januari 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi tentang bahaya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Polres Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran kepolisian terutama Babinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian yang bersinggungan langsung dengan peternak, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan PMK pada ternak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis dalam pencegahan dan pengendalian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan.
Pemateri dalam acara tersebut adalah Drh. Mu'tasim Billah, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK, dampak penyakit tersebut terhadap produktivitas ternak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, seperti vaksinasi dan penerapan biosekuriti di peternakan. Beliau didampingi oleh Slamet Riyadi, S.T selaku analis kebijakan yang juga turut serta dalam memberikan informasi terkait lalu lintas ternak dan data kejadian penyakit PMK di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025.
Sosialisasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dan mengajak semua pihak untuk siap siaga PMK dalam menghadapi potensi wabah yang dapat merugikan peternak. Drh Mu'tasim juga menghimbau kepada seluruh peserta untuk turut memberikan wawasan kepada peternak tentang pentingnya pengawasan kesehatan hewan dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan kasus PMK di lingkungan mereka. Dengan semangat siap siaga PMK, semua pihak dapat bekerja sama untuk mencegah penyebaran penyakit ini di lingkungan Kabupaten Pekalongan. (AU)
[Gambar]
Rabu, 8 Januari 2025
View this post on Instagram
Pasar Mitra Tani, yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai wadah untuk mempertemukan pedagang, produsen, dan petani lokal dengan konsumen secara langsung. Berlokasi strategis di halaman utara Kantor DKPP Kabupaten Pekalongan, Jalan Sindoro No. 8, Kajen, pasar ini telah menjadi salah satu upaya nyata untuk mendukung ekonomi lokal sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018.
Pasar Mitra Tani dibuka untuk umum setiap Jumat pertama dan ketiga setiap bulannya. Dengan suasana yang hangat dan ramah, pasar ini mengundang masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung produk lokal. Walaupun sempat terhenti selama setahun akibat pandemi COVID-19 di tahun 2020, pasar ini berhasil bangkit dan terus beroperasi hingga sekarang, menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi jumlah pengunjung maupun kondisi ekonomi.
Pasar Mitra Tani menawarkan berbagai macam produk yang menggugah selera dan berkualitas tinggi, termasuk:
Makanan olahan: sarapan pagi, aneka jajan kering, dan jajan pasar tradisional.
Bahan pangan segar: buah, sayuran, dan ikan segar.
Makanan kekinian dan beku (frozen food): aneka bubur campur, jajanan modern, dan makanan beku.
Produk kebutuhan dapur: beras, telur, minyak, dan bumbu dapur.
Minuman sehat: jamu tradisional dan kopi asli Pekalongan.
Dengan keragaman produk ini, Pasar Mitra Tani tidak hanya memenuhi kebutuhan dapur masyarakat tetapi juga menjadi ruang apresiasi terhadap kreativitas petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan.
Pasar ini memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak. Petani dan produsen lokal mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk mereka secara langsung tanpa perantara, sehingga meningkatkan pendapatan dan mendekatkan mereka dengan konsumen. Di sisi lain, masyarakat dapat membeli bahan pangan segar dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memastikan kualitas produk yang mereka beli.
Dengan keberadaan Pasar Mitra Tani, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat terus menjadi katalisator penguatan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan UMKM. Pasar ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan ruang serupa yang mendukung keberlanjutan pangan dan ekonomi masyarakat.
Pasar Mitra Tani bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga simbol semangat kebersamaan antara petani, produsen, dan konsumen dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam upaya mendukung program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024, di Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, salah satu desa lokus stunting di Kabupaten Pekalongan.
Pelatihan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus dan anggota TP PKK desa, kelompok tani (Poktan), serta perangkat desa. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menyediakan sumber gizi yang mudah diakses melalui pemanfaatan lahan desa dan pekarangan rumah.
“Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui hasil pertanian skala kecil,” ungkap salah satu penyelenggara kegiatan.
Sebagai bagian dari pelatihan, DKPP Kabupaten Pekalongan, melalui Bidang Ketahanan Pangan, memberikan stimulan berupa bibit benih aneka sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, dan tomat. Selain itu, peserta juga menerima berbagai sarana pendukung, termasuk:
Pupuk organik
Kompos
Arang sekam
Polibag
Seluruh stimulan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing. Pendekatan ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan gizi keluarga tetapi juga memberikan peluang untuk menjual hasil panen, sehingga menambah pendapatan rumah tangga.
Pelatihan ini dilaksanakan di desa lokus stunting sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan angka stunting. Pemanfaatan lahan yang optimal tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan pangan lokal tetapi juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil yang rentan terhadap masalah kekurangan gizi.
Melalui kegiatan ini, DKPP Kabupaten Pekalongan berharap dapat membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kemandirian pangan. Dengan memanfaatkan lahan desa dan pekarangan rumah, masyarakat tidak hanya dapat meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Pelatihan Pemanfaatan Lahan Desa sebagai Teras Pangan Desa menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, sehat, dan sejahtera. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokal mereka.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Pangan Nasional (BAPANAS), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar acara Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Selasa, 23 Juli 2024. Acara ini berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Wonokerto dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat sekitar.
GPM ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Salah satu peserta yang ikut berpartisipasi adalah BULOG, yang menyediakan paket sembako berisi:
Beras SPHP 5 kg
Gula pasir 1 kg
Minyak goreng 1 liter
Paket sembako ini dijual dengan harga Rp 90.000, memberikan solusi ekonomis bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, produk lokal dari Gapoktan Budidaya turut tersedia, seperti:
Telur ayam seharga Rp 25.000 per kg
Beras lokal seharga Rp 55.000 per kg
Perkumpulan pedagang PASAR MITRA TANI Kabupaten Pekalongan juga turut meramaikan acara ini dengan menyediakan beragam produk, termasuk:
Beras
Telur
Minyak goreng
Bawang merah dan bawang putih
Aneka makanan olahan
Minuman sehat
Acara ini terbuka untuk umum dan berhasil menarik minat masyarakat dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Wonokerto. Selain mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah, pengunjung juga menikmati suasana belanja yang nyaman sambil bersosialisasi dengan sesama warga.
Menurut penyelenggara, tujuan dari GPM adalah untuk mendukung stabilitas harga pangan serta membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen BAPANAS dan DKPP Kabupaten Pekalongan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan HUT Ke-3 BAPANAS tetapi juga memperkuat hubungan antara masyarakat, pemerintah, dan para pelaku usaha lokal. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program serupa dapat terus dilaksanakan untuk menjangkau lebih banyak wilayah dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Wonokerto menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pangan. Semoga semangat ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Pada Senin, 22 Juli 2024, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Desa Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pentingnya pola makan sehat dan bergizi kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah dasar dan ibu-ibu kader TP PKK.
Acara ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain pemberian makan kepada 200 siswa SDN 1 Desa Sidomulyo, pengadaan warung B2SA, serta penyediaan peralatan dapur untuk mendukung penyajian makanan B2SA bagi anak-anak SD dan Posyandu. Dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Dengan adanya kegiatan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, sangat diperlukan upaya untuk pengenalan makan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan,” ujar Agus Waluyo, Kepala Desa Sidomulyo. Pernyataan ini menegaskan komitmen desa untuk mendukung gerakan nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh 65 anggota TP PKK Desa Sidomulyo, yang berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Dua narasumber, Putri Dri Hapsari dan Kaeri, dihadirkan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya penerapan pola makan B2SA di rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup manfaat gizi seimbang, cara memasak yang sehat, hingga tips memilih bahan makanan yang aman.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Sidomulyo. “Dengan adanya kegiatan Desa B2SA ini, desa merasa sangat terbantu. Secara tidak langsung, kegiatan ini menambah referensi pangan bagi anak-anak SDN 01 dan ibu-ibu TP PKK. Mereka mampu mengimplementasikan pemahaman pangan B2SA di rumah tangga masing-masing, dengan harapan dapat mengurangi jumlah anak kurang gizi, gizi buruk, dan stunting di Desa Sidomulyo,” jelasnya.
Dengan pemberian makan langsung kepada anak-anak SD dan edukasi kepada ibu-ibu PKK, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini. Pengadaan warung B2SA dan peralatan dapur menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.
Program Desa B2SA di Sidomulyo diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Pekalongan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti pemerintah desa, TP PKK, dan institusi pendidikan, kegiatan ini mampu memberikan solusi nyata dalam mengatasi masalah gizi di tingkat akar rumput.
Kesadaran akan pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman bukan hanya menjadi tanggung jawab individu tetapi juga komunitas. Oleh karena itu, keberlanjutan program seperti ini sangat penting untuk mendukung generasi yang lebih sehat dan cerdas.
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
World Food Safety Day (WFSD) atau Hari Keamanan Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 7 Juni. Tahun 2024, momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjamin bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan sehat. Dalam rangka memperingati WFSD, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaksanakan kegiatan pengawasan keamanan pangan secara serentak mulai tanggal 7 hingga 14 Juni 2024. Kegiatan ini melibatkan Dinas yang menangani urusan pangan di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pengambilan sampel serta pengujian residu pestisida dan formalin pada berbagai produk pangan segar.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, melalui Bidang Ketahanan Pangan, turut berperan aktif dalam kegiatan ini. Bersama Tim OKKPD (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) Kabupaten Pekalongan, mereka melaksanakan pengawasan pangan segar pada Kamis, 13 Juni 2024. Pengawasan dilakukan di enam pasar tradisional, yaitu Pasar Kajen, Pasar Wiradesa, Pasar Bojong, Pasar Kesesi, Pasar Wonopringgo, dan Pasar Kesesi.
Sebanyak 60 sampel produk pangan segar diuji dalam kegiatan tersebut. Sampel yang diambil meliputi:
Sayuran:
Cabe merah keriting (5 sampel)
Cabe merah besar (1 sampel)
Bawang merah (6 sampel)
Bawang putih (6 sampel)
Cabe rawit merah (3 sampel)
Cabe rawit hijau (3 sampel)
Sawi hijau (4 sampel)
Sawi putih (2 sampel)
Wortel (6 sampel)
Bawang bombay (6 sampel)
Kol (6 sampel)
Produk hewani:
Ayam (6 sampel)
Ikan kembung (6 sampel)
Pengujian dilakukan menggunakan uji pestisida untuk produk sayuran, sementara produk hewani seperti ayam dan ikan kembung diuji dengan rapid test formalin.
Keamanan pangan adalah elemen krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pangan yang terkontaminasi oleh residu pestisida atau formalin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan hingga gangguan kronis seperti kanker. Oleh karena itu, pengawasan seperti ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari risiko tersebut.
Pasar tradisional menjadi salah satu fokus utama pengawasan karena merupakan tempat utama masyarakat mendapatkan bahan pangan sehari-hari. Pengambilan dan pengujian sampel yang dilakukan di pasar-pasar ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa produk pangan yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Kegiatan pengawasan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya menciptakan sistem pangan yang aman dan berkelanjutan dapat lebih mudah tercapai. Selain itu, edukasi kepada pedagang dan konsumen juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran tentang keamanan pangan.
Peringatan World Food Safety Day 2024 adalah momen yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan pangan. Melalui kegiatan seperti pengawasan dan pengujian residu pestisida serta formalin, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan yakin terhadap kualitas pangan yang mereka konsumsi. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan menjadi contoh nyata dari upaya bersama untuk menciptakan sistem pangan yang lebih sehat dan aman bagi semua.
Senin, 16 Desember 2024