Admin
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
Pada Senin, 22 Juli 2024, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Desa Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan pentingnya pola makan sehat dan bergizi kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah dasar dan ibu-ibu kader TP PKK.
Acara ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain pemberian makan kepada 200 siswa SDN 1 Desa Sidomulyo, pengadaan warung B2SA, serta penyediaan peralatan dapur untuk mendukung penyajian makanan B2SA bagi anak-anak SD dan Posyandu. Dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Dengan adanya kegiatan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, sangat diperlukan upaya untuk pengenalan makan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan,” ujar Agus Waluyo, Kepala Desa Sidomulyo. Pernyataan ini menegaskan komitmen desa untuk mendukung gerakan nasional dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh 65 anggota TP PKK Desa Sidomulyo, yang berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Dua narasumber, Putri Dri Hapsari dan Kaeri, dihadirkan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya penerapan pola makan B2SA di rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup manfaat gizi seimbang, cara memasak yang sehat, hingga tips memilih bahan makanan yang aman.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Sidomulyo. “Dengan adanya kegiatan Desa B2SA ini, desa merasa sangat terbantu. Secara tidak langsung, kegiatan ini menambah referensi pangan bagi anak-anak SDN 01 dan ibu-ibu TP PKK. Mereka mampu mengimplementasikan pemahaman pangan B2SA di rumah tangga masing-masing, dengan harapan dapat mengurangi jumlah anak kurang gizi, gizi buruk, dan stunting di Desa Sidomulyo,” jelasnya.
Dengan pemberian makan langsung kepada anak-anak SD dan edukasi kepada ibu-ibu PKK, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini. Pengadaan warung B2SA dan peralatan dapur menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program ini di masa depan.
Program Desa B2SA di Sidomulyo diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Pekalongan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti pemerintah desa, TP PKK, dan institusi pendidikan, kegiatan ini mampu memberikan solusi nyata dalam mengatasi masalah gizi di tingkat akar rumput.
Kesadaran akan pentingnya makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman bukan hanya menjadi tanggung jawab individu tetapi juga komunitas. Oleh karena itu, keberlanjutan program seperti ini sangat penting untuk mendukung generasi yang lebih sehat dan cerdas.