Admin
Senin, 16 Desember 2024
View this post on Instagram
World Food Safety Day (WFSD) atau Hari Keamanan Pangan Sedunia diperingati setiap tanggal 7 Juni. Tahun 2024, momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjamin bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan sehat. Dalam rangka memperingati WFSD, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaksanakan kegiatan pengawasan keamanan pangan secara serentak mulai tanggal 7 hingga 14 Juni 2024. Kegiatan ini melibatkan Dinas yang menangani urusan pangan di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pengambilan sampel serta pengujian residu pestisida dan formalin pada berbagai produk pangan segar.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, melalui Bidang Ketahanan Pangan, turut berperan aktif dalam kegiatan ini. Bersama Tim OKKPD (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) Kabupaten Pekalongan, mereka melaksanakan pengawasan pangan segar pada Kamis, 13 Juni 2024. Pengawasan dilakukan di enam pasar tradisional, yaitu Pasar Kajen, Pasar Wiradesa, Pasar Bojong, Pasar Kesesi, Pasar Wonopringgo, dan Pasar Kesesi.
Sebanyak 60 sampel produk pangan segar diuji dalam kegiatan tersebut. Sampel yang diambil meliputi:
Sayuran:
Cabe merah keriting (5 sampel)
Cabe merah besar (1 sampel)
Bawang merah (6 sampel)
Bawang putih (6 sampel)
Cabe rawit merah (3 sampel)
Cabe rawit hijau (3 sampel)
Sawi hijau (4 sampel)
Sawi putih (2 sampel)
Wortel (6 sampel)
Bawang bombay (6 sampel)
Kol (6 sampel)
Produk hewani:
Ayam (6 sampel)
Ikan kembung (6 sampel)
Pengujian dilakukan menggunakan uji pestisida untuk produk sayuran, sementara produk hewani seperti ayam dan ikan kembung diuji dengan rapid test formalin.
Keamanan pangan adalah elemen krusial dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pangan yang terkontaminasi oleh residu pestisida atau formalin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan hingga gangguan kronis seperti kanker. Oleh karena itu, pengawasan seperti ini merupakan langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari risiko tersebut.
Pasar tradisional menjadi salah satu fokus utama pengawasan karena merupakan tempat utama masyarakat mendapatkan bahan pangan sehari-hari. Pengambilan dan pengujian sampel yang dilakukan di pasar-pasar ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa produk pangan yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Kegiatan pengawasan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya menciptakan sistem pangan yang aman dan berkelanjutan dapat lebih mudah tercapai. Selain itu, edukasi kepada pedagang dan konsumen juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran tentang keamanan pangan.
Peringatan World Food Safety Day 2024 adalah momen yang tepat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan pangan. Melalui kegiatan seperti pengawasan dan pengujian residu pestisida serta formalin, masyarakat dapat merasa lebih tenang dan yakin terhadap kualitas pangan yang mereka konsumsi. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan menjadi contoh nyata dari upaya bersama untuk menciptakan sistem pangan yang lebih sehat dan aman bagi semua.